sungguh..
aku tak bermaksud menyalak
hanya saja rantai ini terlalu erat melingkar di leher
pun aku tak akan lari
takan pernah
begitu lembut kujilat ujung jari kakimu
tidakkah itu lebih dari cukup?
tuan,
tuan,
bila gonggongku terlalu kasar
bagaimanakah kuharus menghiba?
tunjukkan!
karena sejujurnya aku tak pernah tahu.
salam,
--Chinmi--
050210
Showing posts with label lyric. Show all posts
Showing posts with label lyric. Show all posts
Friday, March 26, 2010
Persahabatan
Dan seorang remaja berkata:
Bicaralah pada kami tentang Persahabatan.
Dan dia menjawab:
Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian.
Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “Tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “Ya”.
Dan bilamana dia diam,hatimu berhenti dari mendengar hatinya; kerana tanpa ungkapan kata, dalam persahabatan, segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi, dengan kegembiraan tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;
Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.
Kerana cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta , tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu jika kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan..
Kerana dalam titisan kecil embun pagi, hati manusia menemui fajar dan gairah segar kehidupan.
by Khalil Gibran
Bicaralah pada kami tentang Persahabatan.
Dan dia menjawab:
Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian.
Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “Tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “Ya”.
Dan bilamana dia diam,hatimu berhenti dari mendengar hatinya; kerana tanpa ungkapan kata, dalam persahabatan, segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi, dengan kegembiraan tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;
Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.
Kerana cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta , tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu jika kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan..
Kerana dalam titisan kecil embun pagi, hati manusia menemui fajar dan gairah segar kehidupan.
by Khalil Gibran
Monday, December 14, 2009
Let Us Keep Christmas
Whatever else be lost among the years,
Let us keep Christmas still a shining thing;
Whatever doubts assail us, or what fears,
Let us hold close one day, remembering
It's poignant meaning for the hearts of men.
Let us get back our childlike faith again.
Let us keep Christmas still a shining thing;
Whatever doubts assail us, or what fears,
Let us hold close one day, remembering
It's poignant meaning for the hearts of men.
Let us get back our childlike faith again.
Friday, November 6, 2009
Nyanyian Hati
Aku menari ikuti liukan nada pilu seruling bambu
Larut dalam dawai sunyi reruntuhan mimpi
Sesekali tertawai diri iringi isak sengau nyanyian hati
Sementara dalam keruh tenang
Pemangsaku kembali terpekur nyaman di dasar rawa
Teteskan liur beku sedingin pekatnya nafsu
Mematung menunggu aku yang lain…
Dalam rancak acak tarianku
Kau bisikan bayangan nyatamu lewat angin yg menderu perih ketelinga
Menarilah sayang lupakan harapan tololmu
Karena aku sang pemangsa dan karma bukanlah bagian dari takdirku
Aku terus menari menata kaki ayunkan jemari
Tersihir irama luka buaian seruling bambu
Lahirkan galau yg lengkapi kisah dalam bingkai buntu waktu
Karena setengah dari takdirmu adalah takdirku
Kuikat warna kelam pada selendang impian yg pernah kau beri
Lalu tertawai diri iringi isak sengau nyanyian hati
Dak 11.09
Larut dalam dawai sunyi reruntuhan mimpi
Sesekali tertawai diri iringi isak sengau nyanyian hati
Sementara dalam keruh tenang
Pemangsaku kembali terpekur nyaman di dasar rawa
Teteskan liur beku sedingin pekatnya nafsu
Mematung menunggu aku yang lain…
Dalam rancak acak tarianku
Kau bisikan bayangan nyatamu lewat angin yg menderu perih ketelinga
Menarilah sayang lupakan harapan tololmu
Karena aku sang pemangsa dan karma bukanlah bagian dari takdirku
Aku terus menari menata kaki ayunkan jemari
Tersihir irama luka buaian seruling bambu
Lahirkan galau yg lengkapi kisah dalam bingkai buntu waktu
Karena setengah dari takdirmu adalah takdirku
Kuikat warna kelam pada selendang impian yg pernah kau beri
Lalu tertawai diri iringi isak sengau nyanyian hati
Dak 11.09
Menggegar Rasa
:/Dewi Maharani “SAJAK SEBUAH HATI”
Pada hati pernah kuberjanji tidak akan meninggalkanmu pergi, untuk itu sebagian jiwaku masih terpasung;tertinggal dalam cerita yang mengikat jiwa-jiwa kita menyatu dengan segala airmata mengalir ; melaju, lalu merinai seperti tangisan langit menyentuh benih-benih tanah berharap kembali merekah.
Kini saat aku tak lagi memelukmu, ijinkan jiwamu ku ajak membenam direlung-relung hati, dan biarkan telinga-telinga jiwa mendengar degup lembut yang didetakkan air mata doa, selayaknya embun bermanja di selembar daun,atau bahkan seperti angin yang memberi pertanda nelayan berlayar, dan pada saat bibir-bibir retak saling melumat, akan kukata : Larung pedihmu, karena bukan embun yang bermanja di selembar daun, bukan pula angin yang memberi pertanda pada nelayan, kecuali kau telah mentasbihkan “luka” bagian dari permainan rasa.
Bila belum cukup, biar kulepas dua telingamu,lalu kurekat menyatu dengan telingaku agar bisa kubenamkan seluruh pada segumpal lunak jantung merahku, dan kita dengarkan denting dawai dari aliran darah amis yang kau kata itu.
Tidakkah juga kau rasa,
air mata berserak masih berharap menyatu
______________________________________…
@ Imron Tohari, Mataram, 7.4.09/rev.6.11.09
menggegar v 1 berguncang; bergoyang
Pada hati pernah kuberjanji tidak akan meninggalkanmu pergi, untuk itu sebagian jiwaku masih terpasung;tertinggal dalam cerita yang mengikat jiwa-jiwa kita menyatu dengan segala airmata mengalir ; melaju, lalu merinai seperti tangisan langit menyentuh benih-benih tanah berharap kembali merekah.
Kini saat aku tak lagi memelukmu, ijinkan jiwamu ku ajak membenam direlung-relung hati, dan biarkan telinga-telinga jiwa mendengar degup lembut yang didetakkan air mata doa, selayaknya embun bermanja di selembar daun,atau bahkan seperti angin yang memberi pertanda nelayan berlayar, dan pada saat bibir-bibir retak saling melumat, akan kukata : Larung pedihmu, karena bukan embun yang bermanja di selembar daun, bukan pula angin yang memberi pertanda pada nelayan, kecuali kau telah mentasbihkan “luka” bagian dari permainan rasa.
Bila belum cukup, biar kulepas dua telingamu,lalu kurekat menyatu dengan telingaku agar bisa kubenamkan seluruh pada segumpal lunak jantung merahku, dan kita dengarkan denting dawai dari aliran darah amis yang kau kata itu.
Tidakkah juga kau rasa,
air mata berserak masih berharap menyatu
______________________________________…
@ Imron Tohari, Mataram, 7.4.09/rev.6.11.09
menggegar v 1 berguncang; bergoyang
Sunday, September 13, 2009
Tuhan, Apakah Engkau Di Sana ?
Tuhan,
Apakah Engkau disana
Aku merasa berbeda
Apakah aku tidak punya harapan
Ataupun kesempatan
Kapan aku bisa
Kapan aku mampu
Tuhan Pegang tanganku
Dan jangan lepaskan
Kakiku goyah
Air mataku jatuh
Saat kurasa beban ku semakin menghimpit
Aku berteriak
Mencari pertolongan
Mengapa hampa
Pertolongan tak Kunjung tiba
Aku hanya menanti
Tuhan adakah Engkau disana
Apakahkah Teriakku tak terdengar Oleh Mu?
Tuhan
Apakah Engkau disana
Aku merintih
Kesakitan
Marah
Kesepian
Tuhan adakah Engkau disana
Aku sendiri'
Putus asa
Tuhan apakah Engkau disana?
Aku menangis
Sakit
Dan berbeban
Apakah Engkau disana
Aku merasa berbeda
Apakah aku tidak punya harapan
Ataupun kesempatan
Kapan aku bisa
Kapan aku mampu
Tuhan Pegang tanganku
Dan jangan lepaskan
Kakiku goyah
Air mataku jatuh
Saat kurasa beban ku semakin menghimpit
Aku berteriak
Mencari pertolongan
Mengapa hampa
Pertolongan tak Kunjung tiba
Aku hanya menanti
Tuhan adakah Engkau disana
Apakahkah Teriakku tak terdengar Oleh Mu?
Tuhan
Apakah Engkau disana
Aku merintih
Kesakitan
Marah
Kesepian
Tuhan adakah Engkau disana
Aku sendiri'
Putus asa
Tuhan apakah Engkau disana?
Aku menangis
Sakit
Dan berbeban
Friday, September 11, 2009
Tears In Heaven
.................(by Eric Clapton)
Would you know my name
If I saw you in heaven?
Would it be the same
If I saw you in heaven?
I must be strong
And carry on,
'Cause I know I don't belong
Here in heaven.
Would you hold my hand
If I saw you in heaven?
Would you help me stand
If I saw you in heaven?
I'll find my way
Through night and day,
'Cause I know I just can't stay
Here in heaven.
Time can bring you down,
Time can bend your knees.
Time can break your heart,
Have you begging please, begging please.
Beyond the door,
There's peace I'm sure,
And I know there'll be no more
Tears in heaven.
Would you know my name
If I saw you in heaven?
Would it be the same
If I saw you in heaven?
I must be strong
And carry on,
'Cause I know I don't belong
Here in heaven.
Lagu tersebut dibuat oleh Eric Clapton untuk mengenang anaknya yang meninggal saat usia 4 thn ....
Would you know my name
If I saw you in heaven?
Would it be the same
If I saw you in heaven?
I must be strong
And carry on,
'Cause I know I don't belong
Here in heaven.
Would you hold my hand
If I saw you in heaven?
Would you help me stand
If I saw you in heaven?
I'll find my way
Through night and day,
'Cause I know I just can't stay
Here in heaven.
Time can bring you down,
Time can bend your knees.
Time can break your heart,
Have you begging please, begging please.
Beyond the door,
There's peace I'm sure,
And I know there'll be no more
Tears in heaven.
Would you know my name
If I saw you in heaven?
Would it be the same
If I saw you in heaven?
I must be strong
And carry on,
'Cause I know I don't belong
Here in heaven.
Lagu tersebut dibuat oleh Eric Clapton untuk mengenang anaknya yang meninggal saat usia 4 thn ....
Thursday, September 3, 2009
AKUI AKU
Tubuhku gemetar
Aku goyah-reruntuhan
Akui saja ini milikmu!
Aku tak mau
~
damaisaja
antara malaysia dan gempa
Turut berduka cita atas segala apa yang terjadi
Semoga korban diberikan ketabahan dan penyadaran atas ganti rugi-Nya, amin
Aku goyah-reruntuhan
Akui saja ini milikmu!
Aku tak mau
~
damaisaja
antara malaysia dan gempa
Turut berduka cita atas segala apa yang terjadi
Semoga korban diberikan ketabahan dan penyadaran atas ganti rugi-Nya, amin
Tanpa Kenangan
aku di ujung jalan
menatap pendar fatamorgana
manis gula dunia sisa sepah
hambar,
bahkan terasa getir
ketika tapak-tapak perlahan memudar
aku
di titik terjauh hidupku
kau
entah
salam;
--Chinmi--
030909
menatap pendar fatamorgana
manis gula dunia sisa sepah
hambar,
bahkan terasa getir
ketika tapak-tapak perlahan memudar
aku
di titik terjauh hidupku
kau
entah
salam;
--Chinmi--
030909
Monday, August 17, 2009
Indonesia Raya
Indonesia Tanah Airkoe
Tanah Toempah Darahkoe
Disanalah Akoe Berdiri
Djadi Pandoe Iboekoe
Indonesia Kebangsaankoe
Bangsa dan Tanah Airkoe
Marilah Kita Berseroe
Indonesia Bersatoe
Hidoeplah Tanahkoe
Hidoeplah Negrikoe
Bangsakoe Ra’jatkoe Semw’wanja
Bangoenlah Jiwanja
Bangoenlah Badannja
Oentoek Indonesia Raja
Reff:
Indonesia Raya Merdeka Merdeka
Tanahkoe Negrikoe jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka
Hidoeplah Indonesia Raja
Indonesia Tanah jang Moelia
Tanah Kita jang Kaja
Di Sanalah Akoe Berdiri
Oentoek Slama-lamanja
Indonesia Tanah Poesaka
Poesaka Kita Semoeanja
Marilah Kita Mendo’a
Indonesia Bahagia
Reff:
Soeboerlah Tanahnja
Soeboerlah Djiwanja
Bangsanja Ra’jatnja Sem’wanja
Sadarlah Hatinja
Sadarlah Boedinja
Oentoek Indonesia Raja
Indonesia Tanah Jang Soetji
Tanah Kita Jang Sakti
Di Sanalah Akoe Berdiri
‘Njaga Iboe Sedjati
Indonesia Tanah Berseri
Tanah Jang Akoe Sajangi
Marilah Kita Berdjandji
Indonesia Abadi
Slamatlah Ra’jatnja
Slamatlah Poetranja
Poelaoenja, Laoetnja, Sem’wanja
Madjoelah Negrinja
Madjoelah Pandoenja
Oentoek Indonesia Raja
Tanah Toempah Darahkoe
Disanalah Akoe Berdiri
Djadi Pandoe Iboekoe
Indonesia Kebangsaankoe
Bangsa dan Tanah Airkoe
Marilah Kita Berseroe
Indonesia Bersatoe
Hidoeplah Tanahkoe
Hidoeplah Negrikoe
Bangsakoe Ra’jatkoe Semw’wanja
Bangoenlah Jiwanja
Bangoenlah Badannja
Oentoek Indonesia Raja
Reff:
Indonesia Raya Merdeka Merdeka
Tanahkoe Negrikoe jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka
Hidoeplah Indonesia Raja
Indonesia Tanah jang Moelia
Tanah Kita jang Kaja
Di Sanalah Akoe Berdiri
Oentoek Slama-lamanja
Indonesia Tanah Poesaka
Poesaka Kita Semoeanja
Marilah Kita Mendo’a
Indonesia Bahagia
Reff:
Soeboerlah Tanahnja
Soeboerlah Djiwanja
Bangsanja Ra’jatnja Sem’wanja
Sadarlah Hatinja
Sadarlah Boedinja
Oentoek Indonesia Raja
Indonesia Tanah Jang Soetji
Tanah Kita Jang Sakti
Di Sanalah Akoe Berdiri
‘Njaga Iboe Sedjati
Indonesia Tanah Berseri
Tanah Jang Akoe Sajangi
Marilah Kita Berdjandji
Indonesia Abadi
Slamatlah Ra’jatnja
Slamatlah Poetranja
Poelaoenja, Laoetnja, Sem’wanja
Madjoelah Negrinja
Madjoelah Pandoenja
Oentoek Indonesia Raja
MERAH PUTIH BAGI JELATA
Merah Putih
Warna bendera Republik Indonesia
Lambang suatu kemerdekaan
Merah Putih
Dicapai dengan gerilya,darah dan jiwa
Itu semua kata cerita guru sejarah kami
ketika dulu masih
duduk dibangku sekolah esde,esempe,dan esema
juga kata kakekkakek kami yang ikut gerilya
dan sekarang ada tanya
Masihkah Warna Merah Putih jadi Kebanggaan Negrimu...?
jawab kami kaum papa jelata,jujur tanpa disumpah
"Entahlah"
otak,tenaga dan keringat kami sudah lengket,pekat penat
oleh keseharian,cari mengais cari
penuhi kebutuhan isi perutperut jelata kami
Biarkan saja
warna merah putih yang katanya kebanggaan itu
milik merekamereka yang punya dan kuasa negri ini
kami hanya jelatajelata sengsara
yang tersasar lahir dilahirkan dinegri ini
dan numpang sebentar saja
tapi dalam kejelataan kami
,pun samasama berucap teriak,tetap
m e r d e k a....!
170809 Balam
salam merdeka jelata
MasAbodDoLAH
Warna bendera Republik Indonesia
Lambang suatu kemerdekaan
Merah Putih
Dicapai dengan gerilya,darah dan jiwa
Itu semua kata cerita guru sejarah kami
ketika dulu masih
duduk dibangku sekolah esde,esempe,dan esema
juga kata kakekkakek kami yang ikut gerilya
dan sekarang ada tanya
Masihkah Warna Merah Putih jadi Kebanggaan Negrimu...?
jawab kami kaum papa jelata,jujur tanpa disumpah
"Entahlah"
otak,tenaga dan keringat kami sudah lengket,pekat penat
oleh keseharian,cari mengais cari
penuhi kebutuhan isi perutperut jelata kami
Biarkan saja
warna merah putih yang katanya kebanggaan itu
milik merekamereka yang punya dan kuasa negri ini
kami hanya jelatajelata sengsara
yang tersasar lahir dilahirkan dinegri ini
dan numpang sebentar saja
tapi dalam kejelataan kami
,pun samasama berucap teriak,tetap
m e r d e k a....!
170809 Balam
salam merdeka jelata
MasAbodDoLAH
Puisi Toejoeh Belas-an Negriku
Dirgahayu buat negriku yang beradat, otak bejat
I. "PUSAT"
Pusat...
Jauh dari otak lebih dekat pantat
Jarang bersih penuh keringat rakyat
Jauh acuhkan kala dekat senang dipijat
Pusat...
Siapa punya negeri ini ?
Apa Soekarno-Hatta ?
Tidak...
Enam puluh empat tahun sudah
Cukup...
Aku bukan siapa-siapa
Sejengkal diatas mu...
II. "OTORITER DIKTATOR KORUPTOR"
Laksana lintah penghisap darah
Muka buaya bertahta di darat
Ini uang receh untuk suap mulut
tapi janji tak akan ribut
Sebab badan penat hendak kentut
Propaganda lalu di pecah belah
Selaksa mengaku pemerhati rakyat
Coba lihat pantatnya di jilat
Begitu mudah menjentikkan jari
Pertanda untuk meminta upeti
Sibuk tak menentu pakai birahi
Hahahahaha...
III. "SENAT SENAT"
Lagu Ke-Pa-Rat Aparat Ba-Ng-Sat
Tembakan tanpa bidikan tepat
Lagaknya koboi di zaman moderat
Kuasa di tangan jadikan sesat
Senang di puji banci di lahat
Sembunyi di balik seragam coklat
Tiada senang langsung di sikat
Berikan pantat untuk di jilat
Lagu Ke-Pa-Rat Aparat Ba-Ng-Sat
Lagu sekarat buat orang-orang terjerat
Berubah sifat seratus delapan puluh derajat
Ganti seragam coba hidup merakyat
IV. TRAGEDI MEI ' 98
Tragedi Mei hidup kembali
Bangkit dari kubur menagih janji
Memaksa darah ini turun aksi
Reformasi menjilati, ludah terjilat terasa basi
Sedari tadi pagi masih disini
Di tinggal pergi masih begini
Setitik gerakan aksi pencerahan negri...
Untuk jiwa yang tahu surut tapi tak perduli
Tinggallah ayah, tinggallah ibu
Biarkan anak mu pergi...
Berbekal restu berkafan nyali
Berbaju sedikit anarki penuh ideologi...
Menjadikan matahari kiblat polisi
Apa.... !
Reformasi tak perawan lagi manis
Bablas tertusuk kaum-kaum Borjuis
Pahlawan Revolusi kian jadi menangis...
Melihat GARUDA kurus hidup mengkais
V. "BEGITU MUDAH"
Tak cukupkah engkau bersulang
Atau ku hantukkan kepala mu kelangit
Hingga setan tertawa manja
Dan malaikat berebut meludahi wajah mu
Begitu mudah engkau berkata-kata
Selaksa membalikkan telapak tangan
Sampai kapan terus berkuasa
Demi perut buncit penuh nanah
Gusur serbu siksa hasut sara
Balikkan periuk pencari makan
Demi sesuap mencoba bertahan...
Apakah salah dengan itu semua
Tidak teman lihatlah petunjuk hidup
Sampaikan benar walaupun terasa pahit...
Jikalau engkau terus bersedih
Perlahan pasti kan menjadi gila
Banyak mata tetap melek
Banyak pula yang tertidur pulas
Tiada berbuat hanya setuju
Sama saja seperti kisah pendahulu
VI. "PESAN RAKYAT JELATA"
Tunduk terjajah atau bangkit melawan
Sebab diam adalah pengkhianatan
salam,
I. "PUSAT"
Pusat...
Jauh dari otak lebih dekat pantat
Jarang bersih penuh keringat rakyat
Jauh acuhkan kala dekat senang dipijat
Pusat...
Siapa punya negeri ini ?
Apa Soekarno-Hatta ?
Tidak...
Enam puluh empat tahun sudah
Cukup...
Aku bukan siapa-siapa
Sejengkal diatas mu...
II. "OTORITER DIKTATOR KORUPTOR"
Laksana lintah penghisap darah
Muka buaya bertahta di darat
Ini uang receh untuk suap mulut
tapi janji tak akan ribut
Sebab badan penat hendak kentut
Propaganda lalu di pecah belah
Selaksa mengaku pemerhati rakyat
Coba lihat pantatnya di jilat
Begitu mudah menjentikkan jari
Pertanda untuk meminta upeti
Sibuk tak menentu pakai birahi
Hahahahaha...
III. "SENAT SENAT"
Lagu Ke-Pa-Rat Aparat Ba-Ng-Sat
Tembakan tanpa bidikan tepat
Lagaknya koboi di zaman moderat
Kuasa di tangan jadikan sesat
Senang di puji banci di lahat
Sembunyi di balik seragam coklat
Tiada senang langsung di sikat
Berikan pantat untuk di jilat
Lagu Ke-Pa-Rat Aparat Ba-Ng-Sat
Lagu sekarat buat orang-orang terjerat
Berubah sifat seratus delapan puluh derajat
Ganti seragam coba hidup merakyat
IV. TRAGEDI MEI ' 98
Tragedi Mei hidup kembali
Bangkit dari kubur menagih janji
Memaksa darah ini turun aksi
Reformasi menjilati, ludah terjilat terasa basi
Sedari tadi pagi masih disini
Di tinggal pergi masih begini
Setitik gerakan aksi pencerahan negri...
Untuk jiwa yang tahu surut tapi tak perduli
Tinggallah ayah, tinggallah ibu
Biarkan anak mu pergi...
Berbekal restu berkafan nyali
Berbaju sedikit anarki penuh ideologi...
Menjadikan matahari kiblat polisi
Apa.... !
Reformasi tak perawan lagi manis
Bablas tertusuk kaum-kaum Borjuis
Pahlawan Revolusi kian jadi menangis...
Melihat GARUDA kurus hidup mengkais
V. "BEGITU MUDAH"
Tak cukupkah engkau bersulang
Atau ku hantukkan kepala mu kelangit
Hingga setan tertawa manja
Dan malaikat berebut meludahi wajah mu
Begitu mudah engkau berkata-kata
Selaksa membalikkan telapak tangan
Sampai kapan terus berkuasa
Demi perut buncit penuh nanah
Gusur serbu siksa hasut sara
Balikkan periuk pencari makan
Demi sesuap mencoba bertahan...
Apakah salah dengan itu semua
Tidak teman lihatlah petunjuk hidup
Sampaikan benar walaupun terasa pahit...
Jikalau engkau terus bersedih
Perlahan pasti kan menjadi gila
Banyak mata tetap melek
Banyak pula yang tertidur pulas
Tiada berbuat hanya setuju
Sama saja seperti kisah pendahulu
VI. "PESAN RAKYAT JELATA"
Tunduk terjajah atau bangkit melawan
Sebab diam adalah pengkhianatan
salam,
Bendera kertas merah walau tak semerah darah dan putih walau tak seputih tulang
Pagi menggeliat dengan caranya yang selalu menakjubkan....
Matahari terbit..
Kabut malam perlahan memudar...
Embun menetes di ujung pucuk dedaunan
Dan.........
Tentunya kehidupan
Berangsur angsur mulai berjalan
Dengan raungan mesin kendaraan dan pabrik
17 Agustus............hari kemerdekaan kita
Di tangan bocah polos tanpa noda
Tak tahu arti namun tetap bangga
Digenggam tak terlepaskan
Berkibar angin tak hampiri dia mencari
Aku malu walau punya bendera kain
Tuan ...
bagai mana dengan kalian
Yang makan dan berkendaraan
dari Bendera kain....
Berjiwa kah.............
======================================…
16 08 09
salam
BEDER
Matahari terbit..
Kabut malam perlahan memudar...
Embun menetes di ujung pucuk dedaunan
Dan.........
Tentunya kehidupan
Berangsur angsur mulai berjalan
Dengan raungan mesin kendaraan dan pabrik
17 Agustus............hari kemerdekaan kita
Di tangan bocah polos tanpa noda
Tak tahu arti namun tetap bangga
Digenggam tak terlepaskan
Berkibar angin tak hampiri dia mencari
Aku malu walau punya bendera kain
Tuan ...
bagai mana dengan kalian
Yang makan dan berkendaraan
dari Bendera kain....
Berjiwa kah.............
======================================…
16 08 09
salam
BEDER
MERDEKA
( terimakasih )
Hari ini kita merdeka. Merdeka!
seperti hari enampuluh tiga lalu
semoga hari sama tahun berikutnya. Masih
semoga aku tak malu bertemu pahlawanku
sekedar untuk katakan bahwa :
"Kita masih merdeka pak, kita masih merdeka bu"
Masih.
--------------------------------------…
Biska, 17 Agustus 09 ( lagi belajar bikin puisi )
Hari ini kita merdeka. Merdeka!
seperti hari enampuluh tiga lalu
semoga hari sama tahun berikutnya. Masih
semoga aku tak malu bertemu pahlawanku
sekedar untuk katakan bahwa :
"Kita masih merdeka pak, kita masih merdeka bu"
Masih.
--------------------------------------…
Biska, 17 Agustus 09 ( lagi belajar bikin puisi )
Mana teriakanmu...? Mana teriakanmu...? Mana teriakanmu...? Mana teriakanmu...? Mana teriakanmu...?
Indonesia teriak, terdengar tak lama
Angan manis membungkam paksa, tampar halus kata jika aku biasanya diam. Bisu dijahit sakitnya perjanjian gurat-gurat palsu, warnai sejarah melukai kepalaku keras, hingga sadar datangi ketidakberdayaan terlihat nampak dimataku, menyaksikan aku diam
Diam aku menyaksikan, dimataku nampak terlihat ketidakberdayaan datangi sadar, hingga keras kepalaku melukai sejarah, warnai palsu gurat-gurat perjanjian sakitnya dijahit bisu. Diam biasanya aku, jika kata halus tampar paksa membungkam manis angan.
Lama tak terdengar, teriak Indonesia
---
300509
Indonesia Ruwet
damai saja
DIRGAHAYU INDONESIA KE 64
17 AGUSTUS 1945 - 17 AGUSTUS 2009
HIDUPLAH INDONESIA RAYA
MERDEKA DAN DAMAI SAJA
Angan manis membungkam paksa, tampar halus kata jika aku biasanya diam. Bisu dijahit sakitnya perjanjian gurat-gurat palsu, warnai sejarah melukai kepalaku keras, hingga sadar datangi ketidakberdayaan terlihat nampak dimataku, menyaksikan aku diam
Diam aku menyaksikan, dimataku nampak terlihat ketidakberdayaan datangi sadar, hingga keras kepalaku melukai sejarah, warnai palsu gurat-gurat perjanjian sakitnya dijahit bisu. Diam biasanya aku, jika kata halus tampar paksa membungkam manis angan.
Lama tak terdengar, teriak Indonesia
---
300509
Indonesia Ruwet
damai saja
DIRGAHAYU INDONESIA KE 64
17 AGUSTUS 1945 - 17 AGUSTUS 2009
HIDUPLAH INDONESIA RAYA
MERDEKA DAN DAMAI SAJA
Indonesia Cantik, Indonesia Cantik, Indonesia Cantikkah?
Indonesia Cantik
Peluk tali khatulistiwa erat mengikat hijau pakaianmu.
Halus tutur katamu membentang jarak sabang-merauke
Kekayaan lahir-bathin menunjukkan kaulah seindah-indahnya dunia
O, Indonesia Cantik
Lemah gemulai meliuk-liuk bentuk tubuhmu, membangkitkan hasrat pencinta hadirkan birahi, ulurkan tangan jahil sentuh batas-batasmu. Kini entah kau perawan atau tidak, tetaplah harus kumiliki.
~
damai saja
cinta negara indonesia beserta gadisnya
DIRGAHAYU INDONESIA KE 64
17 AGUSTUS 1945 - 17 AGUSTUS 2009
HIDUPLAH INDONESIA RAYA
MERDEKA DAN DAMAI SAJA
Peluk tali khatulistiwa erat mengikat hijau pakaianmu.
Halus tutur katamu membentang jarak sabang-merauke
Kekayaan lahir-bathin menunjukkan kaulah seindah-indahnya dunia
O, Indonesia Cantik
Lemah gemulai meliuk-liuk bentuk tubuhmu, membangkitkan hasrat pencinta hadirkan birahi, ulurkan tangan jahil sentuh batas-batasmu. Kini entah kau perawan atau tidak, tetaplah harus kumiliki.
~
damai saja
cinta negara indonesia beserta gadisnya
DIRGAHAYU INDONESIA KE 64
17 AGUSTUS 1945 - 17 AGUSTUS 2009
HIDUPLAH INDONESIA RAYA
MERDEKA DAN DAMAI SAJA
Arti Merdeka
Desah pengorbanan, pedihnya perjuangan
lahirkan satu kesatuan
, hingga...
Kemerdekaan tercipta
penuhi nusantara
kibarkan bendera bangsa
: Merah Putih
untuk Indonesia.
Kini...
Tak lagi terdengar
sorak-sorai kemenangan
deru kebebasan, dan
tawa kebahagiaan
Hanya terlihat
kegetiran jiwa
yang lupa, yang alpa
yang merajam segala.
Merdeka
, mungkinkah...
Hanya sebatas kata-kata
... atau,
Tak lagi bermakna
...?
@ Rf. Yanuar: 16 Agustus 2009.
lahirkan satu kesatuan
, hingga...
Kemerdekaan tercipta
penuhi nusantara
kibarkan bendera bangsa
: Merah Putih
untuk Indonesia.
Kini...
Tak lagi terdengar
sorak-sorai kemenangan
deru kebebasan, dan
tawa kebahagiaan
Hanya terlihat
kegetiran jiwa
yang lupa, yang alpa
yang merajam segala.
Merdeka
, mungkinkah...
Hanya sebatas kata-kata
... atau,
Tak lagi bermakna
...?
@ Rf. Yanuar: 16 Agustus 2009.
Sunday, August 16, 2009
ARTI KEMERDEKAAN
Enam puluh empat tahun lalu aku belum lahir
Perjuangan bagiku hanya majas, belaka
Lupakan saja tumpahnya darah
Kemerdekaan bukanlah pantang untuk diperebutkan
Namun bukan hanya pengakuan, tapi rasa
Kita bangsa munafik, atau memang begitu seharusnya
~
indonesia
damai saja
DIRGAHAYU INDONESIA KE 64
17 AGUSTUS 1945 - 17 AGUSTUS 2009
HIDUPLAH INDONESIA RAYA
MERDEKA DAN DAMAI SAJA
Perjuangan bagiku hanya majas, belaka
Lupakan saja tumpahnya darah
Kemerdekaan bukanlah pantang untuk diperebutkan
Namun bukan hanya pengakuan, tapi rasa
Kita bangsa munafik, atau memang begitu seharusnya
~
indonesia
damai saja
DIRGAHAYU INDONESIA KE 64
17 AGUSTUS 1945 - 17 AGUSTUS 2009
HIDUPLAH INDONESIA RAYA
MERDEKA DAN DAMAI SAJA
Tuesday, August 11, 2009
GATOT ( Gagal Total )
Ayo sama berbondong
tengok seteru menantang
serang, hajar..
mati ia !!
Di cari,
kuntit
ikuti,
sergap, kepung
belasan,
bahkan ratusan amuk di muntahkan
berdesing peluru,
tengok apa di dapat ?!
KEBODOHAN !!
Kasian si Gatot mati sia - sia..
.......................
Bandung110809
tengok seteru menantang
serang, hajar..
mati ia !!
Di cari,
kuntit
ikuti,
sergap, kepung
belasan,
bahkan ratusan amuk di muntahkan
berdesing peluru,
tengok apa di dapat ?!
KEBODOHAN !!
Kasian si Gatot mati sia - sia..
.......................
Bandung110809
Apalah Aku Buat Rumahku
Toples kosong, lumbung ada tikus mati
ini di ruang tamu, anakku teriak kencang nian
Lalu ruang keluarga,
televisi hitam rupa
dan jejer warna warni kain negeri
dan sofa kayak kandang babi
Di kamar mandi,
bak keramik berlapis semut
sabun dan sikat gigi berlumut
lalu cermin retak berkarat
Kamar tidurku,
sebilah belati, amunisi dan bom waktu
kekasihku telentang di sana
Kutengok dapur,
tak kutemui apa-apa, sesiapa
hanya aku yang berkubang dalam air mata
Kemudian sepenggal tanya
apalah arti aku sekarang?
-------------------
Def , menjelang hari kemerdekaan
ini di ruang tamu, anakku teriak kencang nian
Lalu ruang keluarga,
televisi hitam rupa
dan jejer warna warni kain negeri
dan sofa kayak kandang babi
Di kamar mandi,
bak keramik berlapis semut
sabun dan sikat gigi berlumut
lalu cermin retak berkarat
Kamar tidurku,
sebilah belati, amunisi dan bom waktu
kekasihku telentang di sana
Kutengok dapur,
tak kutemui apa-apa, sesiapa
hanya aku yang berkubang dalam air mata
Kemudian sepenggal tanya
apalah arti aku sekarang?
-------------------
Def , menjelang hari kemerdekaan
Subscribe to:
Posts (Atom)